Jadi CEO di Usia Muda, Intip 7 Anak Bangsa Paling Berpengaruh di Indonesia

Yang muda yang berprestasi, demikian bunyi sebuah ungkapan. Dan sepertinya sama sekali tidak salah. Beberapa anak muda ini buktinya. Di usia yang terbilang masih muda, kesemuanya tak hanya sukses mendirikan usaha dan menjadi CEO di usia muda, mereka juga menjadi salah satu dari tak banyak anak bangsa paling berpengaruh di Indonesia.

Bicara tentang gudangnya anak muda berprestasi, Indonesia tak dimungkiri menjadi salah satunya. Disini, kita bisa menemukan banyak anak muda berprestasi dengan beragam bidang bisnis yang digelutinya. Dalam menjalankan bisnis kreatifnya, para CEO muda ini tidak hanya mampu menghasilkan omset miliaran rupiah, tetapi juga mampu memberikan inspirasi bagi banyak orang atau anak muda lainnya.

Terlebih di masa pandemi seperti saat ini, dimana banyak anak muda di Indonesia yang terinspirasi untuk ikut membangun serta mengembangkan bisnisnya. Nah, siapa saja ya kira-kira anak bangsa yang sudah menjadi CEO di usia muda dan berpengaruh di Indonesia:

  1. Putri Indahsari Tanjung

Founder dan CEO Creativepreneur Event Creator ini usianya masih sangat muda, yakni 23 tahun. Menilik dari akun Linkedln-nya, Putri pernah menempuh pendidikan di Anglo Chinese School Jakarta pada tahun 2006-2011. Ia juga melanjutkan pendidikan di Australian International School Singapore tahun 2012-2014 dan Academy of Art University, AS jurusan multimedia tahun 2015-2019.

Sebelum sukses dalam bisnis event organizer-nya, Putri Tanjung pernah berjualan pembatas buku.

2. Adamas Belva Syah

Belva, demikian panggilan pemilik nama lengkap Adamas Belva Syah merupakan Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Co-Founder perusahaan rintisan dan aplikasi Ruangguru. Belva merupakan salah satu dari 30 pengusaha muda berusia 30 tahun yang paling berpengaruh di Asia versi majalah Forbes. Sosok Belva pada 2007 pernah mendapatkan beasiswa penuh dari Pemerintah Singapura untuk mengenyam pendidikan di Nanyang Technological University.

Selama menempuh pendidikan di Nanyang dan mendapatkan gelar ganda di bidang bisnis dan ilmu komputer, ia pernah masuk ke dalam Double Deans List sebagai salah satu dari 5 persen mahasiswa berprestasi tinggi selama tiga tahun. Selain itu, ia pernah menyabet berbagai medali mulai dari Lee Kuan Yew Gold Medal,  Infocomm Development Authority of Singapore Gold Medal, Accenture Gold Medal.

(Baca juga: 10 Tanda Bahwa Kamu Calon Entrepreneur)

Pada 2013, Belva melanjutkan pendidikan master dengan mengambil gelar double degree di Stanford University. Di sana ia mengambil gelar master administrasi bisnis. Sedangkan di Harvard University ia mendapat gelar master administrasi publik. Belva juga pernah tercatat sebagai mahasiswa tamu di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Harvard Law School, Harvard Graduate School of Education, dan Harvard Medical School.

3. Reynold Wijaya dan Iwan Kurniawan

Reynold Wijaya dan Iwan Kurniawan merupakan anak muda Indonesia yang berhasil masuk ’30 Under 30 Asia’ Forbes 2018 kategori Finance & Venture Capital. Mereka adalah pendiri dari startup Modalku. Yang paling menjadi sorotan adalah ketika kedua milenial ini berhasil memberikan pinjaman sebesar US$75 juta atau sekitar Rp 1 triliun untuk usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia.

4. Talita Setyadi

Anak muda Indonesia lainnya yang masuk ’30 Under 30 Asia’ Forbes 2018 kategori The Arts adalah Talita Setyadi. Ia merupakan pendiri dari bisnis kuliner berupa roti khas Prancis dengan nama BEAU. Bisnis tersebut sukses dan sudah masuk ke 100 kafe di Indonesia. Omzetnya pun sudah lebih dari Rp10 miliar per tahun.

5. Dian Pelangi

Siapa yang tidak kenal dengan desainer busana muslim Dian Pelangi? Salah satu ikon hijabers Indonesia itu masuk ke dalam daftar ’30 Under 30 Asia’ Forbes 2018. Ia merupakan pendiri dari komunitas hijab di Indonesia sejak 2009. Dian Pelangi juga sering eksis di berbagai pekan mode dunia. Ia pun berhasil masuk ke dalam dua kategori yakni The Arts dan Celebrities.

6. Adrian dan Eugenie Patricia Agus

Pendiri bisnis silky pudding dengan nama Puyo, Adrian dan Eugenie Patricia Agus, masuk ke dalam kategori The Arts di ’30 Under 30 Asia’ Forbes 2018. Kini kedua kakak-beradik, yang menjadi salah satu CEO muda ini sudah memiliki 40 gerai di Indonesia. Mereka berhasil masuk Forbes juga karena pengembangan program kemanusiaan yang diemban keduanya. Mereka menyumbang sekitar US$15 ribu atau Rp228 jutaan untuk pengembangan perpustakaan di daerah-daerah.

7. Marshall Utoyo dan Krishnan Menon

Marshall Utoyo dan Krishnan Menon merupakan pendiri dari brand furniture Fabelio. Mendirikannya di 2015, kedua pemuda tersebut membantu 2.000 pengrajin Indonesia. Keduanya masuk kategori Retail & E-Commerce ’30 Under 30 Asia’ Forbes 2018.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

0 responses on "Jadi CEO di Usia Muda, Intip 7 Anak Bangsa Paling Berpengaruh di Indonesia"

Leave a Message

top
© 2017 XL Axiata. All rights reserved. Privacy Policy

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…

X
X