Login

8 Tradisi Masyarakat Indonesia Rayakan Hari Kemerdekaan

Momen hari kemerdekaan selalu menjadi saat yang dinanti oleh banyak orang, termasuk kita di Indonesia. Tak ayal, berbagai kegiatan pun dipersiapkan demi menyambut hari bersejarah ini. Mulai dari upacara bendera, menggelar lomba-lomba, hingga meneruskan sejumlah tradisi yang sudah ada sejak zaman nenek moyang.

Nah, sebagian dari kita mungkin telah cukup familiar dengan upacara bendera yang kerap dilakukan di berbagai institusi serta sekolah-sekolah. Pun demikian dengan gelaran lomba-lomba seperti panjat pinang, balap karung, tarik tambang dan sebagainya. Lalu, bagaimana dengan tradisi masyarakat Indonesia dalam merayakan hari kemerdekaan?

Sebagai bagian dari upaya masyarakat dalam menghargai jasa para pahlawan, disamping tentunya rasa syukur kepada Tuhan YME atas berkat kemerdekaan yang telah diberikan, berikut 7 tradisi unik masyarakat Indonesia dalam memperingati hari kemerdekaan.

Tirakatan

Tirakatan diartikan sebagai bentuk rasa syukur. Dalam hal ini tentu saja kepada Tuhan yang Maha Kuasa karena telah memberikan nikmat berupa kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Tak mengherankan, jika isinya pun tak sekedar kumpul-kumpul warga, tetapi juga doa bersama. Biasanya, kegiatan ini dilaksanakan di setiap RT atau Desa. Dimana masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang tua berkumpul di lapangan atau tempat terbuka baik untuk sekedar silaturahmi maupun makan bersama, sebelum akhirnya ditutup dengan doa.

Pawai Jampana

Pawai Jampana merupakan tradisi khas masyarakat Bandung dalam memperingati hari kemerdekaan. Pawai ini dilakukan dengan membawa tandu besar berisikan hasil bumi, hidangan makanan dan kerajinan masyarakat. Jampana sendiri dapat diartikan sebagai sebuah miniatur hasil produksi warga, dan terkadang ini dilengkapi dengan tumpeng untuk nantinya dimakan oleh para peserta pawai.

Tradisi Baritan

Digelar pada hari sebelum 17 Agustus, tradisi ini biasanya diawali dengan sambutan dari berbagai pihak dan penyampaian pesan-pesan moral perjuangan dan kemerdekaan, sebelum akhirnya ditutup baritan. Baritan sendiri merupakan kegiatan makan bersama sambil duduk lesehan menghadap tumpeng yang berisi nasi dan aneka lauk.

(Baca juga: Dari Pemenang Nobel hingga Novelis, 7 Remaja yang Mengubah Dunia)

Secara garis besar, ini hampir mirip dengan Tirakatan, dimana masyarakat menggelarnya sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan.

Pacu Kude

Tak ubahnya masyarakat di sejumlah daerah, warga Aceh juga memiliki caranya sendiri untuk merakayak hari kemerdekaan. Dikenal dengan nama Pacu Kude, tradisi ini merupakan lomba pacuan kuda tradisional dengan joki tanpa menggunakan pelana.

Tak hanya itu, ciri lain dari tradisi ini adalah para joki tidak dibenarkan mengenakan baju alias telanjang dada. Tak ada pula hadiah untuk lomba ini, yang ada hanya sebatas “gah” alias penghargaan secara sosial.

Peresean

Tradisi unik lainnya dalam menyambut hari kemerdekaan adalah Peresean. Ini biasanya kita temui di Lombok. Peresean sendiri jika mengacu pada Wikipedia diartikan sebagai pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras (perisai disebut ende). Petarung dalam Peresean disebut pepadu dan wasit disebut pakembar.

Latar belakang Peresean adalah pelampiasan emosional para raja pada masa lampau ketika menang dalam perang tanding melawan musuh-musuhnya.

Telok Abang

Telok Abang merupakan tradisi lomba menghias mainan dari telur yang populer di Palembang. Tradisi ini muncul hanya setahun sekali ini, tepatnya bersamaan dengan HUT RI. Istilah Telok Abang sendiri didapat dari Telor yang berarti telur dan Abang yang berarti warna merah. Jika diterjemahkan, artinya mainan telur dicat berwarna merah.

Tradisi ini bermula dari masa penjajahan Belanda, merujuk pada peringatan Ulang Tahun Ratu Belanda Wilhelmina II. Pada waktu itu masyrakat Kota Palembang memeriahkannya dengan membuat telur yang dicat merah atau dikenal sebutan telok abang. Tradisi ini berlanjut, hingga setelah Indonesia terbebas dari penjajahan.

Karapan Kambing

Lomba Karapan Sapi mungkin terdengar familiar, tapi bagaimana dengan Karapan Kambing? Bukan sembarang lomba, ini adalah tradisi yang biasa digelar masyarakat Lumajang untuk menyambut hari kemerdekaan.

Karapan Kambing biasanya diikuti oleh para peternak kambing. Para kambing akan di adu kecepatannya, siapa yang paling cepat larinya dialah pemenangnya. Tugas pemilik kambing di sini adalah membuat bunyi-bunyian dari kaleng agar sang kambing dapat berlari lebih cepat dari lawannya.

Lari Obor

Dalam sejarahnya, lari obor digunakan untuk merebut dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dimana pada masa penjajahan dulu, warga setempat memanfaatkan obor sebagai alat komunikasi untuk menyampaiakn strategi perang.

Obor sendiri dipakai untuk menentukan posisi seseorang. Pada saat itu, penerangan lampu sangat minim, sehingga aktivitas sosial dilakukan dengan menggunakan obor. Pola penyampaian informasi terkadang harus dilakukan bertahap, dari warga satu kepada warga yang lain.

Leave your vote

1 point
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 1

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

1 responses on "8 Tradisi Masyarakat Indonesia Rayakan Hari Kemerdekaan"

Leave a Message

© 2017 XL Axiata. All rights reserved. Privacy Policy

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

    Processing files…

    X
    X