Login

Arti Pahlawan di Era Digital, Siapa Pantas Menyandangnya?

Bicara tentang pahlawan, apa sih sebenarnya arti pahlawan buat kita? Sekadar orang yang mengorbankan nyawanya demi membela negara melawan penjajah kah? Sekedar orang yang berjasa bagi hidup kita kah? Atau… yang lainnya. Jika ya, mungk kita perlu menyesuaikannya dengan definisi pahlawan masa kini.

Pahlawan di era digital seperti sekarang ini bukan hanya sekadar orang yang membela negara untuk merebut kemerdekaan. Lebih dari itu, arti pahlwan masa kini, jauh lebih luas.

Pasalnya, bagi generasi masa kini permasalahan yang dihadapi itu jauh lebih luas. Musuh bukan lagi sekedar berupa ancaman yang mengganggu kedaulatan, tetapi juga permasalahan-permasalahan lain yang mencakup hampir semua aspek kehidupan – lingkungan hidup, sosial, tenaga kerja, seni, teknologi, dan sebagainya. Dan semua ini menuntut adanya satu tindakan ataupun perbuatan untuk mengatasinya. Nah, tidakkah mereka ini juga bisa disebut sebagai pahlawan?

Generasi zaman now yang lahir pada tahun 1980-2000 memiliki rasa zaman berbeda dengan generasi sebelumnya. Generasi sekarang punya tantangan dalam lanskap ke-Indonesiaan, kebhinekaan hingga menjaga relasi budaya di negeri ini. Potensi konflik yang besar, ketimpangan ekonomi, hingga tantangan radikalisme-intoleransi sangat nyata.

(Baca juga: 10 Fakta Penting Tentang Sumpah Pemuda)

Menurut Hook (1997), nilai kepahlawanan terlihat saat seseorang menemukan masalah atau dihadapkan oleh peristiwa yang memiliki konsekuensi yang mendalam jika ia tidak bertindak sesuai dengan apa yang dilakukannya.

Namun, masih relevankah arti pahlawan masa lalu dengan masa kini yang semuanya berbasis digital? Bukan bermaksud untuk melupakan jasa para pahlawan kemerdekaan, namun nyatanya di masa kini, arti pahlawan jauh lebih luas lagi. Perjuangan tak akan pernah berhenti, bahkan sampai setelah kemerdekaan diraih.

Siapa Pahlawan di Era digital?

Dalam sebuah kolom di detik, Munawir Aziz, Wakil Sekretaris LTN Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengungkapkan bahwa untuk menjadi pahlawan digital di era saat ini, generasi muda harus siap bekerja keras, inovatif, dan konsisten dengan gagasannya. Sifat seperti ini diakuinya akan mampu membuka pintu bagi masa depan diri dan komunitas. Ia juga mengatakan, mereka yang bekerja keras, superkreatif, serta tahan banting untuk mewujudkan ide-ide cemerlangnya akan mencipta sejarah.

Nah, di era digital ini, dengan pengguna internet yang demikian luas, baik secara geografis maupun batasan umur, Indonesia bukannya tidak mungkin untuk menjadi raksasa di bidang ekonomi digital. Apalagi dengan begitu banyaknya startup saat ini. Mereka (startup) ini digadang menjadi pahlawan era digital.

Dalam empat tahun terakhir, jumlah startup karya anak bangsa meningkat sangat drastis. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir bahkan mengatakan, tahun ini jumlah startup nasional mencapai 956 perusahaan dan menargetkan lebih banyak lagi perusahaan rintisan lainnya yakni 1.000 lebih startup. Padahal dalam catatan, pada  2014-2015 jumlahnya hanya 52 perusahaan rintisan saja. Pertumbuhan meningkat 1.830 persen.

Pertumbuhan startup ini pun menjadi tulang punggung kesuksesan ekonomi digital Indonesia. Saat ini, Gojek bersama Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak tumbuh sebagai perusahaan-perusahaan dengan visi dan wajah generasi milenial negeri ini.  

Mengutip pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika dahulu, Rudiantara, saat ini total valuasi empat startup Indonesia yang telah menjadi unicorn (startup yang memiliki valuasi lebih dari US$1 miliar) sudah melewati total market cap dari empat operator seluler di luar Telkomsel.

Pahlawan-pahlawan milenial haruslah tampil untuk menjadikan bangsa Indonesia tidak sebagai pasar digital, namun sebagai pemain aktif dalam kontestasi digital masa kini.  Selain para pendiri startup di Indonesia itu, siapa yang layak menyandang predikat pahlawan digital?

Beberapa nama seperti pendiri Apple, Steve Jobs; pendiri Facebook, Mark Zuckerberg; serta duo pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, mungkin bisa dibilang beberapa diantaranya.

Leave your vote

2 points
Upvote Downvote

Total votes: 2

Upvotes: 2

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

3 responses on "Arti Pahlawan di Era Digital, Siapa Pantas Menyandangnya?"

  1. Lagi merintis skill di dunia digital.

  2. semoga bisa berkontribusi di dunia digital

Leave a Message

© 2017 XL Axiata. All rights reserved. Privacy Policy

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

    Processing files…

    X
    X