Login

Daftar Negara Paling Bersih dari Praktik Korupsi

Sama halnya seperti anak-anak di usia dini yang terbiasa mencuci tangan sebelum makan, di beberapa negara, korupsi juga seperti telah menjadi hal yang biasa. Bahkan dilakukan oleh hampir semua kalangan. Mau itu yang adanya di pemerintahan, ataupun di kalangan swasta. Mulai dari penyalahgunaan seperti penggelapan dan nepotisme, penyalahgunaan yang menghubungkan sektor swasta dan pemerintahan seperti penyogokan, pemerasan, serta penipuan dan sebagainya.

Dampak yang ditimbulkan oleh semua penyalahgunaan ini juga bukannya sedikit. Dalam dunia politik, misalnya, korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik (good governance) dengan cara menghancurkan proses formal.  Dalam dunia ekonomi, ini jelas mempersulit pembangunan dengan membuat distorsi dan ketidak efisienan yang tinggi.

Nah, jika sebagian dari kita ada yang bertanya-tanya, kenapa sih kualitas pelayanan pemerintahan dan infrastruktur di negara berkembang tidak pernah bisa semapan negara maju? Jawabannya ya itu, kebanyakan dikorupsi.

Tapi tentu saja, kita tidak sedang membicarakan negara-negara Afrika atau Asia saja di sini, yang lantaran faktor keterbelakangan pembangunan ekonomi kerap menjadi sangat akrab dengan praktik korupsi. Pada dasarnya, semua bentuk pemerintahan rentan dengan praktik ini. Hanya saja kadarnya berbeda-beda. Dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh hingga korupsi berat yang diresmikan. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi, yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuri. Negara mana saja itu?

Berdasarkan Corruption Perceptions Index (Indeks Persepsi Korupsi), negara yang paling korup rata-rata merupakan negara yang masih dalam keadaan peperangan. Hal inilah yang telah merusak pemerintahan dan prospek demokrasi. Sementara negara yang bisa dikatakan mapan secara ekonomi, serta memiliki transparansi yang tinggi dalam berbagai bidang, seperti bisnis dan politik, serta sistem peradilan, terbukti menjadi negara paling bersih, alias memiliki tingkat korupsi yang sangat minim. Nah, Denmark salah satunya.

Negara paling tidak korup

Di Denmark, suap di antara pejabat publik untuk mendapatkan layanan khusus atau tunjangan, jumlahnya bisa dihitung jari. 

Tahun 2009, parlemen mengenalkan Skema Keterbukaan yang bertujuan meningkatkan transparansi pengeluaran dan aktivitas anggota parlemen. Setiap anggota parlemen harus mengumumkan pengeluaran bulanan, aktivitas hiburan, biaya perjalanan, hadiah yang diperoleh, dan pertemuan resmi mereka setiap bulan.

Para pejabat di Denmark, sebelum dilantik menjadi semacam Aparatur Sipil Negara (ASN) dan bekerja di pemerintahan, juga harus mendapat tes khusus di bidang KKN. Dengan begitu, ke depannya mereka bisa bisa membedakan mana yang menjadi milik pribadi dan mana yang bukan, alias milik negara.

Mengikuti jejak Denmark, di posisi kedua ada Selandia baru, yang di tahun-tahun sebelumnya menempati posisi pertama.

Di negara ini, orang yang terbukti melakukan korupsi seperti menerima suap dan kejahatan yang berkenaan dengan hal ini akan dikenai sanksi penjara minimal 14 tahun. Negara ini juga percaya bahwa sanksi sosial lebih manjur ketimbang memberi hukuman mati bagi para koruptor. Biasanya, tak jarang karena tekanan publik pejabat yang korup akan mundur dengan sendirinya.

Sama seperti beberapa negara lainnya yang memiliki badan khusus untuk memberantas korupsi, Selandia baru juga punya organisasi independen berbadan hukum yang khusus menangani dan mengekspos korupsi polisi, jika ada kasus. So, jika ditanya apakah artinya negara paling “bersih” benar-benar terbebas dari praktik korupsi, jawabannya tidak. Di Denmark dan Selandia Baru juga ada skandal Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), hanya saja angkanya sangat kecil.

(Baca juga: Destinasi Liburan Paling Populer Jelang Natal dan Tahun Baru)

Diantara nilai “0” yang menunjukkan “Negara Terkorup” hingga angka nilai “100” yang menunjukkan “Negara yang Paling Bersih dari Korupsi”, nilai yang diperoleh Denmark dan Selandia Baru dari Corruption Perception Index adalah 88 dan 87.

Posisi ketiga hingga enam untuk negara paling tidak korup di dunia ditempati secara berurutan oleh empat negara sekaligus. Mereka adalah Swiss, Singapura, Swedia, dan Finlandia yang kesemuanya mengantongi skor 85 dari Indeks Persepsi Korupsi.

Negara-negara Skandinavia disini bisa dibilang memiliki rekor yang cukup bagus dalam hal memberantas korupsi. Di Finlandia, sama seperti Denmark, sistem peradilan sangat diawasi oleh negara. Sehingga hampir tidak ada tuh yang namanya suap-suapan kepada hakim. Bisnis di negara ini juga memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap sistem pengadilan.

Selain Denmark, Selandia Baru, Finlandia dan Singapura, berikut ini beberapa negara lainnya yang masuk kategori terbersih dari korupsi. Mengacu pada Indeks Persepsi Korupsi atau Corruption Perceptions Index (CPI) 2018, yang dikeluarkan oleh Transparansi Internasional. Transparansi Internasional sendiri mengukur level korupsi di sektor publik di 180 negara berdasarkan 13 survei dan penilaian ahli. Adapun ke-20 negara itu adalah

1. Denmark, skor 88

2. Selandia Baru, skor 87

3. Swiss, skor 85

4. Singapura, skor 85

5. Swedia, skor 85

6. Finlandia, skor 85

7. Norwegia, skor 84

8. Belanda, skor 82

9. Kanada, skor 81

10. Luxembourg, skor 81

11. Inggris, skor 80

12. Jerman, skor 80

13. Australia, skor 77

14. Islandia, skor 76

15. Hongkong, skor 76

16. Austria, skor 76

17. Belgia, skor 75

18. Jepang, skor 73

19. Irlandia, skor 73

20. Estonia, skor 73

Leave your vote

-1 points
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 1

Downvotes percentage: 100.000000%

0 responses on "Daftar Negara Paling Bersih dari Praktik Korupsi"

    Leave a Message

    © 2017 XL Axiata. All rights reserved. Privacy Policy

    Hey there!

    Sign in

    Forgot password?

    Don't have an account? Register

    Close
    of

      Processing files…

      X
      X