Login

Dari Anak Muda Terkaya hingga Calon Penghuni Penjara, Siapa Elizabeth Holmes?

Elizabeth Holmes sepertinya tahu betul bahwa ada begitu banyak orang di luar sana yang takut disuntik. Tidak perlu jauh-jauh, dia sendiri satu diantaranya. Namun demikian, justru ketakutannya inilah yang kemudian menginspirasinya untuk menciptakan sebuah teknologi uji darah yang tidak mengharuskan orang disuntik. Dia berinovasi dengan menciptakan sebuah teknologi yang memungkinkan uji darah hanya dengan beberapa tetes darah saja.

Tahun 2003, Holmes pun memutuskan untuk mewujudkan impiannya itu. Perempuan yang sempat kuliah di Universitas Stanford jurusan teknik kimia ini menuliskan aplikasi paten untuk sebuah patch yang dapat digunakan untuk memantau variabel dalam darah pasien, memberikan pengobatan, serta menyesuaikan dosis.

Ia mengajukan permohonan paten berjudul “Perangkat medis untuk pemantauan analit dan pengiriman obat.” Ia pun berkonsultasi dengan Profesor Robertson untuk memulai sebuah perusahaan. Awalnya perusahaan ini diberi nama Real Time Cures yang dibangun di sebuah ruang bawah tanah kampus.

Demi bisnisya, Holmes lalu memutuskan untuk drop out dari kampusnya, dengan begitu uang kuliah bisa ia gunakan untuk mengembangkan bisnis. Profesor Robertson tetap terlibat dan menjabat sebagai direktur di perusahaan yang digagas Holmes ini.

Dirasa tak cocok dengan nama Real Time Cures, Holmes lantas mengganti nama perusahaan dengan Theranos. Ini merupakan kombinasi kata ‘therapy’ dan ‘diagnosis’. Berdiri pada April 2004, Theranos fokus pada menjalankan tes laboratorium umum dengan inovasi perangkat tes dan hanya satu tetes darah. Lewat Theranos, dia menjanjikan teknologi mutakhir soal uji darah. Tak cuma tanpa suntik, teknologi uji darah ini juga diklaim mudah dilakukan dan terjangkau.

Perempuan Terkaya versi Forbes

Dalam waktu singkat, Theranos yang diidolai banyak investor membuat Holmes mendadak jadi orang kaya. Teknologi ini menjanjikan potensi penghematan anggaran pemerintah AS sebesar US$200 miliar selama satu dekade berikutnya. Siapa yang tidak tertarik?

Sejumlah nama besar lantas tercatat masuk dalam kepengurusan, termasuk dua mantan Menteri Luar Negeri AS, Henry Kissinger dan George Shultz. Diantara kerjasama yang berhasil digaet adalah kemitraan dengan Walgreens Boots Alliance Inc. (WBA) untuk membangun ribuan Pusat Kesehatan di AS, yakni di California dan Arizona.

Popularitas Theranos mendongkrak pundi-pundi kekayaan Holmes. Pada 2014, perusahaan tersebut telah menghimpun lebih dari US$400 juta dan memiliki valuasi senilai US$9 miliar. Di usia 31 tahun, Holmes menjadi miliarder wanita termuda dengan kekayaan bersih senilai US$4,5 miliar, menurut majalah bisnis kenamaan Forbes. Sementara itu, aset kekayaan Holmes ditaksir mencapai US$4,5 miliar. Majalah Forbes menjadikannya miliarder wanita termuda yang memperoleh kekayaan dari jerih payahnya sendiri.

Namun jalan mulus Holmes nyatanya tak bertahan lama. Tiga tahun berselang, tepatnya pada 14 Maret 2018, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat menuntut Holmes dan seorang eksekutif Theranos karena melakukan kecurangan.

Sebenarnya ini bukan awal segalanya. Pada tahun 2015 lalu, Bill Maris, yang mengelola Google Ventures (GV) juga mengungkapkan kecurigaan bahwa proses uji darah Theranos tidak sesederhana publisitas yang diklaim. Theranos sudah mulai dicurigai beberapa oknum, misalnya oleh jurnalis Wall Street Journal bernama John Carreyrou yang diberi bisikan oleh Tyler Shultz, cucu George Shultz.

Investigasi selama bertahun-tahun ini menemukan fakta bahwa Holmes melakukan kecurangan dan kebohongan sejak lama. Beberapa klaim palsu yang dibuat antara lain mengaku bahwa teknologi buatannya dipakai militer AS di Afghanistan.

Setelah penyelidikan dilakukan. Pusat Layanan Medicare dan Medicaid, yang mengawasi laboratorium pengujian darah, mencabut lisensi Theranos. Theranos bangkrut mendadak. Mereka menutup sejumlah labnya dan memberhentikan lebih dari 40 persen karyawannya.

Holmes memang berhasil mendapatkan pembiayaan untuk membangun kembali perusahaannya ini. Namun pada 14 Maret 2018, ia kehilangan kendali atas Theranos. Dia dilarang untuk menjadi direktur perusahaan publik selama 10 tahun.

Tak hanya itu, Holmes diwajikan untuk melepas semua saham dan membayar denda sampai Rp6,8 miliar. Dia tak diijinkan untuk menikmati untung yang sempat diraup Theranos dengan nilai setara Rp10,3 triliun. Semua keuntungan ini akan dikembalikan kepada investornya. Forbes pun merevisi aset kekayaan Holmes menjadi ‘nol’. Dia juga masih menghadapi adanya kemungkinan tuntutan pidana oleh jaksa federal atas dasar kecurangan.   

Leave your vote

1 point
Upvote Downvote

Total votes: 3

Upvotes: 2

Upvotes percentage: 66.666667%

Downvotes: 1

Downvotes percentage: 33.333333%

1 responses on "Dari Anak Muda Terkaya hingga Calon Penghuni Penjara, Siapa Elizabeth Holmes?"

Leave a Message

© 2017 XL Axiata. All rights reserved. Privacy Policy

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

    Processing files…

    X
    X