Login

Dari Pemenang Nobel hingga Novelis, 7 Remaja yang Mengubah Dunia

Sebagai generasi penerus, anak muda tak dimungkiri memiliki peranan yang sangat penting dalam banyak hal. Dan ini bukan saja sekedar membangun suatu bangsa. Di skala yang lebih besar, para anak muda atau remaja ini bahkan memiliki kemampuan lebih dari cukup untuk mengubah dunia. Mulai dari memperjuangkan pendidikan anak-anak, menjaga iklim, hingga membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

Dari pemenang nobel termuda hingga novelis terlaris, berikut ini 7 remaja yang berhasil mengubah dunia dengan ‘tangan dinginnya’. Nomor dua dari Indonesia lho!

Malala Yousafzai

Siapa yang tak kenal dengan Malala Yousafzai? Pemenang Nobel Perdamaian termuda ini – di usia 17 tahun, adalah seorang advokat terkenal di dunia untuk pendidikan anak perempuan. Ia pertama kali menarik perhatian publik sebagai blogger remaja di BBC Urdu, yang menulis tentang perjuangannya untuk mengakses pendidikan di pedesaan Pakistan.

Pada 2012, pada usia 15, dia ditembak di kepala saat pulang sekolah. Malala lantas diterbangkan ke Inggris untuk perawatan medis, sebelum akhirnya menetap di sana bersama keluarganya. Dia dan ayahnya ikut mendirikan Malala Fund untuk mendukung pendidikan anak perempuan di seluruh dunia.

Melati dan Isabel Wijsen

Melati dan Isabel Wijsen – masing-masing 10 dan 12 tahun saat memulai kegiatan aktivisme yang telah secara drastis mengurangi penggunaan global plastik sekali pakai. Kedua anak muda ini terinspirasi oleh larangan Rwanda akan penggunaan kantong polyethylene pada tahun 2008, sebelum akhirnya memutuskan untuk mencoba menerapkannya di Bali.

Inisiatif pembersihan pantai dan petisi-petisi pemerintah yang mereka buat sendiri lulus ke sebuah organisasi yang menganjurkan pengurangan penggunaan plastik di 15 negara yang berbeda. Bali secara resmi bebas kantong plastik, dan Indonesia akan pada tahun 2021.

Leah Namugerwa

Di usianya yang baru 15 tahun, Leah Namugerwa dikenal sebagai “pejuang iklim” di Uganda. Dia mengatakan dia bergabung dengan gerakan iklim setelah mengetahui tentang aktivis Greta Thunberg dan apa yang dia sebut sebagai “tidak adanya tindakan” pemerintahnya sendiri terhadap iklim, dan melihat laporan TV tentang kerusakan yang disebabkan oleh tanah longsor yang disebabkan oleh perubahan iklim di Uganda. Dia telah memimpin kampanye menentang kantong plastik dan deforestasi. “Jika kita [anak muda] tidak berbicara, masa depan kita tidak dijamin,” kata Leah.

Kelvin Doe

Kelvin Doe menginspirasi banyak anak muda di Sierra Leone setelah menjadi salah satu penemu paling terkenal di negara tersebut. Pada usia 13 tahun, Kelvin memberi daya pada rumah-rumah di lingkungannya dengan baterai yang terbuat dari asam, soda, dan logam dalam cangkir timah.

(Baca juga: Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia)

Dia kemudian membangun stasiun radio komunitas dari bahan daur ulang yang dipadukan dengan generator yang juga terbuat dari bahan yang didaur ulang. David Sengeh, seorang mahasiswa PhD di lab media MIT dan mentor Kelvin, mengatakan kala itu, “Di Sierra Leone, anak muda lain tiba-tiba merasa mereka bisa seperti Kelvin.”

Hilde Lysiak

Hilde Lysiak mulai memproduksi buletin keluarga dari tulisan tangan pada usia 7 tahun. Kala itu dia sudah berpikir untuk menjadi jurnalis. Hal itu menjadi nyata pada April 2016, ketika Hilde membuat headline dengan berita tentang pembunuhan di lingkungannya di Pennsylvania. Dia sekarang menulis serangkaian buku anak-anak berdasarkan laporan kehidupan nyata. Dia adalah anggota termuda dari Society of Professional Journalists.

Zuriel Oduwole

Zuriel adalah seorang advokat pendidikan untuk anak perempuan di Afrika dan pembuat film. Hingga saat ini, remaja berusia 17 tahun ini telah mewawancarai 30 kepala negara, menciptakan 7 film dokumenter, dan terus mengadvokasi perempuan muda.

Christopher Paolini

Paolini menulis novel pertamanya, sebuah epik fantasi berjudul ‘Eragon’ di usia 15 tahun. Pada tahun 2003, ketika ia berusia 19 tahun, buku itu diterbitkan oleh Knopf dan menjadi buku terlaris. Tiga tahun berselang, film Eragon pun hadir. Pada 2011, Paolini diakui oleh Guinness World Records sebagai penulis termuda dari seri fantasi.

Leave your vote

3 points
Upvote Downvote

Total votes: 3

Upvotes: 3

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

1 responses on "Dari Pemenang Nobel hingga Novelis, 7 Remaja yang Mengubah Dunia"

Leave a Message

© 2017 XL Axiata. All rights reserved. Privacy Policy

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

    Processing files…

    X
    X