Login

Mengintip 8 Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia

Perang, bencana alam, dan masalah lainnya tak jarang membuat penduduk suatu negara harus pergi meninggalkan kota asalnya, dan mengungsi. Kasus pengungsian ini sendiri sebenarnya bukan lagi cerita baru. Ini bukannya baru terjadi belakangan ini saja, bukan juga hanya satu atau dua kali terjadi di dunia, tetapi banyak. Baik itu yang disebabkan oleh suatu bencana atau musibah alam seperti banjir, tanah longsor, tsunami, kebakaran, dan lain sebagainya, ataupun yang diakibatkan oleh ulah manusia, semisal perang dan penganiayaan.

Tahun 2018 lalu saja misalnya, tercatat lebih dari 70 juta orang secara global melarikan diri dari perang, penganiayaan, dan konflik. Menurut UNHCR, badan PBB yang menangani masalah pengungsian, jumlah ini merupakan yang tertinggi dalam hampir 70 tahun.  Lantas, kemana perginya para pengungsi ini?

Ada yang mengungsi di dalam negaranya sendiri, ada juga yang mendatangi berbagai lokasi di beberapa negara yang memang digunakan sebagai tempat penampungan para pengungsi. Nah, diantara sekian banyak kamp pengungsi yang tersebar di seluruh dunia, berikut ini adalah 8 yang tercatat sebagai yang paling besar.

8. Yida di Sudan Selatan

Populasi: 70,331

Kamp Pengungsi Yida, didirikan oleh orang Sudan ketika Sudan Selatan memperoleh kemerdekaan pada 2011. Namun, kedua negara sangat tidak stabil. Jadi, orang Sudan mendirikan Yida di seberang perbatasan di Sudan Selatan. Disini, bermukim setidaknya 70.000 ribu pengungsi.

7. Zaatari di Yordania Selatan

Populasi: 80,140

Perang sipil antara pemerintah lokal dan oposisi telah menyebabkan ‘tergusurnya’ lebih dari 5 juta warga Suriah pada 2011 lalu. Sebagian besar telah melarikan diri ke negara-negara tetangga. Salah satunya Yordania, di mana 20% dari pengungsi tinggal di kamp-kamp. Kamp terbesar adalah Kamp Pengungsi Zaatari di Yordania Utara. Zaatari pernah menampung hampir 150.000 pengungsi, sebelum akhirnya dipindahkan ke kamp-kamp lain atau negara-negara penerima pengungsi lainnya.

6. Jabalia, Jalur Gaza

Populasi: 119,486

Ada total 8 kamp pengungsi di Jalur Gaza dengan Jabalia menjadi yang terbesar. Ini pertama kali dibuka lebih dari setengah abad yang lalu, tepatnya pada tahun 1948. Sekarang kamp ini telah berkembang dengan memiliki sekolah dan pusat bisnis. Namun, para pengungsi yang tinggal disini terus menghadapi kondisi yang mengerikan. Ini termasuk masalah air, sanitasi, dan kebersihan, serta akses ke listrik dan kepadatan penduduk.

5. Nyarugusu, Kigoma, Tanzania

Populasi: 139,630

Kamp pengungsi Nyarugusu dibuka pada tahun 1996 dengan tujuan untuk menampung para pengungsi yang melarikan diri dari Republik Demokratik Kongo. Namun seiring berjalannya waktu, kamp ini  juga menerima ribuan pengungsi dari Burundi yang melarikan diri dari kekerasan di negara tersebut pada tahun 2015. Kamp Nyarugusu sangat padat, menampung setidaknya tiga kali populasi yang dibangun untuk itu.

4. Kakuma, Northwestern Kenya

Populasi: 184,550

Para pengungsi pertama yang bermukim di kamp yang didirikan pada tahun 1992 ini melarikan diri dari perang saudara Sudan yang berkecamuk antara tahun 1983 dan 2005. Sejak saat itu, kamp ini telah menampung para pengungsi dari seluruh benua. Ini termasuk Somalia, Ethiopia, Burundi, dan juga Uganda, Rwanda, dan banyak lagi. Saat ini, sebagian besar pengungsi yang tinggal di Kakuma berasal dari Sudan Selatan atau Somalia.

3. Dadaab, Kenya

Populasi: 235,269

Pertama kali didirikan pada tahun 1991, Kompleks Pengungsi Dadaab di Kenya adalah salah satu yang terbesar di dunia. Empat kamp membentuk kompleks, diantaranya Dagahaley, Ifo, Ifo 2, dan Hagadera. Sebagian besar pengungsi datang ke sini selama perang saudara di Somalia pada awal 1990-an. Dari jumlah tersebut, banyak yang memiliki anak dan cucu yang lahir di kamp. Yang lainnya tiba pada 2011 ketika negara itu dilanda kekeringan dan kelaparan. Kini, PBB dan pemerintah Somalia mendukung para pengungsi yang ingin secara sukarela kembali ke Somalia.

2. Bidi Bidi, Uganda

Populasi: 285,000

Uganda menampung hampir setengah dari 2 juta pengungsi yang telah melarikan diri dari Sudan Selatan sejak perang saudara pecah pada tahun 2013. Setelah bertahun-tahun mengalami ketidakstabilan dan kemunduran ekonomi, Sudan Selatan kini telah memasuki tahun ke-4 masa peperangan antara pemerintah saat ini dan oposisi. Ini telah mengakibatkan jutaan orang melarikan diri atau menjadi terlantar. Bidi Bidi di Northwestern Uganda adalah kamp pengungsi terbesar tahun lalu dengan hampir 285.000 orang telah menetap di sana.

1. Kutupalong, Bangladesh

Populasi: 886,778

Lebih dari satu juta etnis Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar selama beberapa tahun terakhir. Sebagian besar dari mereka telah melintasi perbatasan dari Myanmar ke Bangladesh dan menetap di Kamp Pengungsi Kutupalong di Cox’s Bazaar. Rohingya adalah komunitas Muslim minoritas yang telah mendapatkan perlakuan tidak adil selama bertahun-tahun. Banyak dari mereka yang telah meninggalkan kampung halamannya selama beberapa dekade terakhir. Namun, seiring meningkatnya kekerasan pada Agustus 2017 (rumah dibakar dan rakyat dibunuh), melarikan diri pun menjadi satu-satunya pilihan. Saat ini, Kutupalong adalah kamp pengungsi terbesar di dunia dengan lebih dari 800.000 orang bernaung di dalamnya.

Leave your vote

1 point
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 1

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

0 responses on "Mengintip 8 Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia"

    Leave a Message

    © 2017 XL Axiata. All rights reserved. Privacy Policy

    Hey there!

    Sign in

    Forgot password?

    Don't have an account? Register

    Close
    of

      Processing files…

      X
      X