Kartini Ada Dimana-mana, Termasuk di Bidang Teknologi

Dunia teknologi seringkali identik dengan laki-laki. Hal ini dikarenakan dunia ini mengharuskan orang untuk memahami hal teknis yang cukup sulit dilakukan oleh perempuan. Tapi jangan salah dulu, bukan berarti perempuan nggak bisa berkecimpung di dunia teknologi lho.

Memasuki era digital, semakin banyak perempuan yang turut punya andil dalam mengembangkan teknologi. Tak hanya dari sisi pemrograman, banyak perempuan yang juga bergelut dalam hal yang sangat teknis. Kondisi itu nggak hanya terjadi di luar negeri, tapi juga di Indonesia.

Kemampuan mereka untuk berfokus di bidang teknologi memang patut diacungi jempol. Selain keberaniannya, tekad mereka juga mampu menginspirasi kaum hawa untuk terus bersemangat meraih cita-cita, bahkan dalam bidang yang didominasi oleh kaum adam. Tak ayal jika mereka layak disebut sebagai Kartini di dunia teknologi.

Lantas siapa sajakah mereka? Yuk simak ulasannya berikut.

Dian Siswarini

Masyarakat di Indonesia tentu tak asing dengan operator telekomunikasi seluler XL Axiata. Ya, perusahaan yang lekat dengan warna biru tersebut ternyata dipimpin oleh seorang perempuan bernama Dian Siswarini.

Menempuh pendidikan jurusan Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB), Dian menilai kalau telekomunikasi merupakan dunia yang menarik karena selalu berkembang dan cepat berubah. Karirnya di XL Axiata dimulai pada 1991 dimana tanggungjawabnya mencakup bidang IT dan jaringan.

Bekerja di dunia telekomunikasi memang seringkali berhadapan dengan dunia luar dan kondisi yang bisa memacu adrenalin. Dian mengakui pernah memanjat menara BTS saat dirinya menapaki karir di XL Axiata. Namun keberanian sang ‘kartini’ ini membuahkan hasil positif hingga mengantarkannya menjadi orang nomor satu di operator kenamaan Tanah Air tersebut. Salut ya.

Alamanda Shantika

Serupa dengan XL Axiata, kepopuleran Go-Jek telah dikenal luas oleh masyarakat di Indonesia. Dibalik startup tersebut, Alamanda Shantika memiliki peranan yang besar dalam mmebuat aplikasi Go-Jek mudah digunakan pengguna.

Perempuan lulusan Binus University ini awalnya diajak oleh Nadiem Makarim – Founder dan CEO Go-Jek, untuk membangun startup-nya pada 2014. Namun Alamanda terikat dengan perusahaan lain sehingga ia hanya bekerja paruh waktu untuk Go-Jek. Satu tahun kemudian, Alamanda resmi bergabung dengan Go-Jek dan menjabat posisi Vice President of Product.

Perempuan yang memiliki cita-cita menjadi Menteri Pendidikan tersebut berkarier dengan beberapa posisi di Go-Jek secara bergantian. Namun pada 2016, Alamanda Shantika memutuskan untuk hengkang dari Go-Jek dan mendirikan sekolah teknologi gratis bertajuk Binar Academy.

Fanny Verona

Financial Technology atau teknologi keuangan menjadi bidang yang kini tengah gencar dikembangkan. Teknologi ini dirancang guna mengurangi kebutuhan masyarakat akan uang tunai.

Kartini selanjutnya dalam daftar ini yaitu Fanny Verona yang memiliki peran penting membangun Mandiri e-Cash dan Line Pay. Saat ini perempuan yang menempuh pendidikan dengan akselersi ini menjabat posisi Direktur Pengelola PT Digital Artha Media (DAM), sebuah perusahaan penyedia layanan fintech.

Meski usianya masih terbilang muda, Fanny mampu membuktikan kemampuannnya tak bisa dipandang sebelah mata. Saat berkarier di Groupon ID, Fanny membukukan pertumbuhan pendapatan 90%. Fanny juga berhasil menjaring 1 juta pengguna Line dalam setahun ketika bekerja di Line Indonesia.

Diajeng Lestari

Perempuan satu ini merupakan istri dari founder dan CEO Bukalapak, Ahmad Zaky. Meski begitu, Diajeng Lestary memilih jalan lain dengan mendirikan Hijup.com, e-commerce yang fokus pada produk fashion.

Sebagai istri bos Bukalapak, Diajeng memang kerap dikaitkan dengan suaminya bahkan ketika Hijup.com dibangun. Banyak kalangan menyebut startup-nya itu merupakan mainan yang diberikan oleh Ahad Zaky.

Beruntung Diajeng tetap fokus mengembangkan Hijup.com sehingga cibiran itu tak begitu mempengaruhinya. Melalui startup-nya itu, Diajeng berharap mampu memajukan masyarakat dan perekonomian di Indonesia.

Monica Carolina

Lain halnya dengan beberapa perempuan sebelumnya, Monica Carolina menjadi Kartini di bidang game. Ya, kini game memang tak hanya sebagai hobi namun juga bisnis yang cukup menguntungkan.

Monica merupakan salah satu gamer perempuan di Indonesia yang mendirikan NXA Ladies dan layanan gamer lain. Karirnya di ranah game dimulai pada 2008. Berkat kemampuannya, Monica seringkali memenangkan turnamen game berskala nasional bahkan internasional.

Ia menyadari bahwa gamer perempuan kerap kali diremehkan. Hal tersebut juga menginspirasi Monica untuk merangkul gamer perempuan, melatihnya guna mengikuti berbagai turnamen game. Selain membangun NXA Ladies, Monica juga mendirikan situs game review dan konsol bernama NixiaGamer dan dirilis pada 2011.

Leave your vote

14 points
Upvote Downvote

Total votes: 22

Upvotes: 18

Upvotes percentage: 81.818182%

Downvotes: 4

Downvotes percentage: 18.181818%

19 responses on "Kartini Ada Dimana-mana, Termasuk di Bidang Teknologi"

  1. Mereka sangat menginspirasi bagi kalangan wanita

  2. 1 2 3 4

Leave a Message

top
© 2017 XL Axiata. All rights reserved. Privacy Policy

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…

X
X