Mengintip Perbedaan Hard Skill dan Soft Skill, Penting Mana?

Sebagian dari kita mungkin telah cukup familiar dengan istilah hard skill dan soft skill. Di dunia kerja, ini bahkan menjadi poin dasar yang tak hanya harus diketahui, tetapi juga dimiliki oleh para pencari kerja. Nah, pertanyaannya sekarang, apa sih yang membedakan keduanya? Dan mana diantara keduanya yang lebih penting atau lebih harus dimiliki?

Pada dasarnya, hard skill merupakan kemampuan yang kita pelajari di sekolah atau di tempat kerja, dan ini bisa diukur. Keterampilan ini juga sering tercantum dalam surat lamaran dan di resume sehingga mudah dikenali oleh pemberi kerja atau perekrut.

Ada beberapa hard skill yang biasanya kerap menjadi pertimbangan perusahaan dalam mencari karyawan, diantaranya kemahiran dalam bahasa asing, gelar atau sertifikat, keterampilan atau kecepatan mengetik, kemampuan menggunakan komputer dan lainnya.

(Baca juga: Catat, 7 Hard Skill Ini Sangat Disukai Pemberi Kerja!)

Soft skill, di sisi lain, adalah keterampilan subjektif yang jauh lebih sulit untuk diukur. Dikenal juga sebagai “keterampilan interpersonal”, keterampilan ini biasanya berkaitan dengan cara seseorang berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain. Ini termasuk komunikasi, fleksibilitas, kepemimpinan, kerja tim, kemampuan memecahkan masalah, etos kerja dan sebagainya.

Lain halnya dengan hard skill yang lebih spesifik dan bisa diukur, soft skill sulit untuk dibuktikan, misalnya dengan selembar kertas atau semacamnya. Katakan saja bahwa kita memiliki attitude yang baik, atau etos kerja yang baik atau sebagainya. Beda cerita jika perusahaan mencari orang yang ahli di bidang komputer, maka kita hanya perlu membagikan nilai atau dokumen yang menunjukkan itu.

Lantas, apakah itu artinya hard skill lebih penting dari soft skill? Tidak juga.

Jika mengacu pada kenyataan bahwa kedua keterampilan ini saling menunjang satu sama lain, maka jelas keduanya sama pentingnya. Boleh dibilang, ini satu paket. Dimana hard skill dibutuhkan dalam beradaptasi dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi, sementara soft skill untuk menunjang kreativitas, kemampuan kepemimpinan dan memecahkan masalah.

Mengingat kedua keterampilan – keras dan lunak, sama pentingnya, menekankan keduanya selama proses lamaran kerja adalah hal yang penting dan dianjurkan untuk dilakukan para pencari kerja. Dengan cara ini, meskipun kita tidak memiliki hard skill yang dibutuhkan oleh perusahaan, kita dapat menekankan soft skill tertentu yang kita tahu akan berharga di posisi tersebut.

Sebagai contoh, jika pekerjaan mengharuskan kerja tim, tekankan pengalaman dan keterampilan kita sebagai team player dan kemampuan kita untuk berkomunikasi dengan anggota tim.

Leave your vote

3 points
Upvote Downvote

Total votes: 5

Upvotes: 4

Upvotes percentage: 80.000000%

Downvotes: 1

Downvotes percentage: 20.000000%

2 responses on "Mengintip Perbedaan Hard Skill dan Soft Skill, Penting Mana?"

  1. Benar adanya, dan kedua skill itu harus seimbang

  2. Benar, hard skill dan soft skill tidak dapat dipisahkan. Alangkah baiknya jika kedua jenis skill tersebut dimiliki oleh setiap individu, sehingga SDM dapat lebih bagus.

Leave a Message

top
© 2017 XL Axiata. All rights reserved. Privacy Policy

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…

X
X