Mengintip Perbedaan Varian Virus Corona: Alpha, Beta dan Delta

Lebih dari 1,5 tahun sudah, warga dunia telah berjibaku dengan ganasnya virus corona beserta semua varian yang dibawanya. Selama itu pula, tercatat lebih dari 182 juta kasus positif terjadi di seluruh dunia, dengan angka kematian melebihi 3,9 juta jiwa. Ini tentu saja bukan angka yang kecil. Tak ayal, berbagai upaya pun dilakukan demi mengurangi sepak terjang virus ini. Mulai dari pembatasan mobilitas, penerapan protokol kesehatan yang ketat, hingga tentu saja, vaksinasi.

Namun demikian, perjuangan umat manusia untuk bisa terbebas dari virus corona tampaknya masih belum akan berujung. Ya, alih-alih mereda, virus corona justru kian mengkhawatirkan. terlebih dengan munculnya berbagai varian baru dari virus ini. Katakan saja, dia yang disebut Alpha, Beta dan Delta.

Nama Alpha, Beta dan Delta sendiri pertama kali dikenalkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mempermudah sebutan berbagai variants of concern (VoC) dan menghilangkan stigma. Sebelumnya, varian Corona hanya disebut dengan kode yang berdasarkan sistem nomenklatur garis keturunan virus. Sebagai contoh ada varian B117, dan B1617.

Nah, untuk mengetahui lebih jelas perbedaan antara ketiga varian Alpha, Beta dan Delta, berikut penjelasannya.

Varian Alpha

Varian Alpha atau B.1.1.7 pertama kali ditemukan di London pada November 2020. Disebut juga 20I/501Y.V1 atau Variant of Concern 202012/01 (VOC-202012/01) atau dikenal luas sebagai varian Inggris, varian ini adalah salah satu dari beragam varian yang dianggap penting dan diperkirakan 40%–80% lebih mudah menular daripada varian asalnya.

Varian ini menyebar cepat pada pertengahan Desember dan dikorelasikan dengan penambahan jumlah infeksi Covid-19 di negara tersebut. Varian ini juga tercatat memiliki mutasi yang lebih banyak daripada normalnya.

(Baca juga: Batuk Biasa atau Batuk karena Terinfeksi Virus Corona, Ini Bedanya!)

Menurut data CDC, seperti dilansir Kompas.com, varian Alpha mengalami mutasi pada reseptor binding domain (RBD) protein spike pada posisi 501, dimana asam amino asparagine (N) telah diganti dengan tirosin (Y). Karena itu, mutasi virus ini juga disebyt N501Y. Meski dianggap lebih menular daripada virus Corona yang pertama kali ditemukan, namun belum ada bukti jika varian ini memicu gejala yang berbeda daripada virus Corona yang pertama kali ditemukan.

Ada beberapa gejala umum yang ditimbulkan varian Alpha, termasuk batuk terus-menerus, sakit dada, dan demam, kehilangan indera rasa dan bau, sakit kepala, kelelahan, nyeri otot, diare, kebingungan, dan ruam kulit.

Varian Beta

Varian Beta atau B.1.351 pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan pada bulan Oktober 2020. Varian baru Virus Corona ini diketahui 50 persen lebih mudah ditularkan dibandingkan varian sebelumnya.

Varian ini mendapat perhatian khusus dari para ahli lantaran dianggap bisa menurunkan efektivitas vaksin. Berdasarkan hasil uji klinis, vaksin yang ada saat ini mungkin kurang efektif untuk melindungi dari strain tersebut. Varian Beta juga membawa mutasi yang disebut E484K, yang membantu virus menghindari sistem kekebalan seseorang.

Terkait gejala sendiri, hingga kini belum diketahui pasti gejala apa saja yang ditimbulkan varian yang satu ini. Namun, Beta disebut lebih rentan menginfeksi orang-orang usia muda.

Varian Delta

Membawa kode nama B.1.617.2, Varian Delta pertama kali terdeteksi di India pada bulan Oktober. Seperti dua varian sebelumnya, Delta juga lebih mudah menular dan mampu menghindari respons imun tubuh. Bahkan, vaksin pun dianggap tidak efektif melawan varian ini. Varian Delta juga diprediksi segera menjadi virus yang paling dominan di dunia dan menyebabkan wabah cepat di negara-negara tanpa tingkat vaksinasi yang tinggi.

Adapun gejala yang ditimbulkan oleh varian ini, diantaranya demam yang disertai nyeri otot, kelelahan, sakit kepala, diare hingga mual atau muntah, hidung tersumbat karena pilek sesak napas, dan sakit tenggorokan.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

0 responses on "Mengintip Perbedaan Varian Virus Corona: Alpha, Beta dan Delta"

Leave a Message

top
© 2017 XL Axiata. All rights reserved. Privacy Policy

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…

X
X