Login

Mengintip Tradisi Bulan Puasa di Berbagai Negara

Sebagai orang Indonesia, kita semua pasti tak asing lagi dengan sejumlah rutinitas seperti “ngabuburit”, “bukber”, ataupun “sahur on the road” bukan? Ya, kesemua itu hanyalah 3, dari entah berapa banyak lagi kegiatan yang kerap dilakukan umat Islam di tanah air di setiap kali Ramadhan atau bulan puasa tiba. Tak ayal, kehadirannya pun menjadi sangat spesial. Saking spesialnya, sebagian malah menilai, bulan puasa tanpa “tradisi” ini ibarat panci tanpa tutupnya, kurang lengkap.

Tidak mengherankan, jika kemudian tradisi semacam ini pun selalu dirindukan. Apalagi oleh mereka yang karena suatu alasan terpaksa menunaikan ibadah puasa di luar Indonesia

Ya, sebagai negara dengan muslim terbesar di dunia, Indonesia tak dimungkiri memang menjadi tempat yang paling “indah” untuk menunaikan ibadah puasa. Selain karena hampir semua orang di negeri ini menunaikan kewajiban serupa, tak sedikit pula tradisi unik yang bisa ditemui disini.

Nah, ngomong-ngomong soal tradisi unik di bulan puasa atau Ramadhan, ternyata tak hanya ada di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam lho, negara dengan penduduk Islam minoritas seperti Jerman, Rusia, dan lainnya, juga punya tradisi unik di bulan puasa.

Penasaran? Yuk intip sejumlah tradisi unik di bulan Ramadhan yang ada di 5 negara ini.

Bukber Warga (China)

Sama seperti kita di Indonesia, umat muslim di China juga memiliki agenda wajib yang kerap dilakukan di bulan puasa. Meskipun tidak segegap gempita di Indonesia, umat Muslim di negara ini, khususnya di Kasghar yang menjadi daerah muslim di China, biasa menggelar buka puasa bersama di bulan Ramadhan. Ini juga menjadi ajang untuk berkumpul bagi warga setempat.

Festival Garangaou (Qatar)

Jika buka puasa bersama orang sekampung terdengar tidak terlalu istimewa, apa yang dilakukan orang-orang di Qatar di setiap bulan Ramadhan ini mungkin akan membuat kita berdecak heran. Ya, di bulan puasa, warga Qatar biasa menggelar sebuah festival yang dipanggil Garangau.

(Baca juga: Percaya Nggak Percaya, 7 Game Ini Bisa Tingkatkan Kecerdasan lho)

Garangau sendiri merupakan salah satu tradisi ramadhan di Qatar yang dilakukan setiap tanggal 13,14, dan 15 bulan ramadhan selepas berbuka puasa dan salat Maghrib. Dalam festival ini, anak-anak kecil akan berpawai dengan kostum khusus. Anak laki-laki akan menggunakan baju arab hitam berompi merah bersulam emas. Sementara anak perempuan akan mengenakan pakaian tradisional disdaashas berwarna cerah lengkap dengan ikat kepala (bukhnig) atau hijab hitam transparan berhias benang emas. Anak-anak ini akan melakukan pawai sambil menyanyi di sepanjang jalan sambil sesekali mampir ke rumah-rumah penduduk untuk meminta permen dan kue. Hmm… mirip-mirip Halloween ya?

Makan Bareng Tetangga, Muslim atau Non muslim (Amerika Serikat)

Meski terdengar tak jauh berbeda dengan tradisi Ramadhan di kebanyakan negara lainnya, dimana intinya buka puasa bersama. Namun ada yang membedakan antara tradisi bukber di AS dan negara lainnya.

Warga muslim di negeri Paman Sam biasanya punya dua cara untuk berbuka puasa. Pertama adalah dengan datang ke masjid untuk potluck, yaitu anjuran untuk membawa makanan bagi siapapun yang datang. Kedua adalah makan bersama tetangga. Menariknya, disini mereka tidak memperdulikan apakah tetangga tersebut beragama Islam atau bukan, yang penting berkumpul untuk makan besar.

Semua Tentang Turki (Jerman)

Sebagian dari kita mungkin banyak yang tidak tahu bahwa mayoritas umat Islam di Jerman adalah berasal dari Turki. Karenanya, bukan sesuatu yang mengherankan jika suasana Turki akan sangat terasa di Jerman saat bulan ramadan tiba. Suasana yang dimaksud salah satunya berkaitan dengan aneka ragam sajian makanan yang bernuansa Turki. Mulai dari suus, minuman berbahan baku gula hitam khas Turki; dschellab, gula dan sirup kurma; qata’ef, kue kering yang direndam sirup gula; dan kalladsch, adonan pilo isi kacang-kacangan, yang juga menjadi ciri negara tersebut.

Kumpul di Masjid Makan Roti Keju (Rusia)

Seperti kita di Indonesia, umat Muslim di Rusia juga mengisi bulan Ramadhan dengan berbagai kegiatan dan makanan khas. Di bulan ini, biasanya lebih dari 20 juta muslim di negera tersebut akan berkumpul di 8000 masjid dan menyantap khingalsh atau galnash saat adzan magrib tiba. Khingals sendiri merupakan roti yang diisi dengan keju. Sedangkan Galnash adalah Roti yang terbuat dari gandum. Muslim di Rusia Selatan juga memiliki minuman wajib di bulan Ramadhan. Itu adalah Kvass, yakni sebuah minuman hasil fermentasi tapi tidak mengandung alkohol.

Leave your vote

1 point
Upvote Downvote

Total votes: 3

Upvotes: 2

Upvotes percentage: 66.666667%

Downvotes: 1

Downvotes percentage: 33.333333%

1 responses on "Mengintip Tradisi Bulan Puasa di Berbagai Negara"

  1. Di indonesia, ramadhan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena harus stay at home and social distancing😔

Leave a Message

© 2017 XL Axiata. All rights reserved. Privacy Policy

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

    Processing files…

    X
    X