Login

Negara yang Paling Banyak Dituju Pelajar Internasional

Ada banyak alasan kenapa seorang pelajar memilih untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Selain menambah wawasan dan melatih kemandirian – dimana artinya kita harus bisa hidup jauh dari orang tua dan mengandalkan diri sendiri, kuliah di luar negeri juga dianggap banyak orang cukup menjanjikan dari segi karir. Kenapa? Karena lulusan luar negeri cenderung memiliki kesempatan karir dan peluang kerja yang lebih besar saat kembali ke tanah air.

Itu belum termasuk kelebihan bahwa kuliah di luar negeri bisa membuat kita lebih percaya diri, setidaknya dari sisi komunikasi dan pergaulan. Plus, kenyataan bahwa kuliah di luar negeri juga membuat kita belajar banyak hal bukan saja tentang budaya suatu bangsa tetapi juga etos kerja profesional.

Nah, mengacu pada alasan-alasan ini, masuk akal jika kemudian tak sedikit pelajar berlomba-lomba untuk melanjutkan studinya ke luar negeri. Baik itu dengan biaya sendiri ataupun beasiswa.

Tapi tentu saja, tidak melulu ke sembarang negara yang penting luar negeri lho. Setidaknya ada beberapa negara di luar sana, yang kerap menjadi tujuan favorit pelajar internasional, termasuk yang dari Indonesia. Berikut ini beberapa diantaranya, yang dirangkum tim elearn.id dari berbagai sumber.

Jerman

Jerman punya lebih dari satu alasan untuk menjadi negara tujuan favorit bagi pelajar internasional. Selain kualitas pendidikan yang memang bisa dibilang baik, Jerman juga menawarkan lebih banyak mata kuliah dalam bahasa Inggris. Dengan setidaknya sekitar 2000 dari 18.000 jurusan yang bisa dipilih di Jerman menggunakan bahasa tersebut.

Selain itu, mahasiswa universitas negeri di Jerman, baik mahasiswa lokal maupun internasional, tidak membayar iuran. Melainkan hanya biaya administratif antara 100 – 500 Euro yang dibayarkan tiap semester. Itupun sudah termasuk ongkos transportasi umum.

Bicara soal hidup dan karir, mereka yang lulus dari universitas di Jerman juga memiliki peluang untuk menetap lebih lama atau kemungkinan tinggal dan bekerja di negara itu setelah lulus.

Amerika Serikat

Amerika Serikat hampir selalu muncul ketika kita membahas tentang negeri tujuan pelajar internasional. Bukan saja dikenal sebagai negara adidaya yang maju di berbagai bidang, salah satunya teknologi, Amerika Serikat juga memiliki banyak universitas ternama yang unggul secara internasional. Bukan saja dalam urusan teknologi, tetapi juga riset dan metodologi serta tersedianya fasilitas dan sumber daya yang dapat mendukung pembelajaran para mahasiswa.

Tak hanya itu, perguruan tinggi di Amerika juga umumnya memiliki kantor layanan khusus bagi para pelajar internasional. Dimana staf di kantor ini siap membantu mahasiswa asing beradaptasi secara cepat di lingkungan budaya maupun akademis yang baru.

Inggris

Meski biaya kuliah tak bisa dibilang murah, namun Inggris kerap menjadi tujuan favorit pelajar internasional. Betapa tidak, empat universitas asal negara ini masuk dalam daftar 10 besar universitas terbaik di dunia versi QS.

Selain mutu pendidikan, beberapa hal lain juga menjadi alasan banyak pelajar internasional memilih Inggris sebagai negara tujuan studi. Salah satunya peluang menyelesaikan masa studi lebih cepat dari seharusnya. Untuk program S2 misalnya, kita hanya perlu belajar selama satu tahun untuk meraih gelar master. Tentu saja, ini dibarengi dengan tingginya intensitas perkuliahan.

Belajar di Inggris juga memungkinkan pelajar internasional meleburkan diri dalam pergaulan berbahasa Inggris selama periode tertentu. Satu hal yang penting, utamanya bagi pelajar yang tidak datang dari negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu.

Perancis

Selain popular sebagai destinasi wisata, ternyata Perancis juga menjadi negara favorit tujuan pelajar internasional lho. Kualitas pendidikan yang baik, serta biaya yang cukup terjangkau, membuat negara ini menjadi negara yang paling diminati pelajar internasional.

Bagi mahasiswa yang berasal dari Uni Eropa misalnya, Perancis tidak mewajibkan mereka untuk membayar biaya pendidkan lebih tinggi dari mahasiswa Perancis. Pendanaan dan bantuan juga tersedia, dan Kementerian Luar Negeri Perancis dan Hubungan Eropa mengalokasikan sejumlah besar bantuan bagi mahasiswa internasional. Yah, meskipun biaya hidup di Perancis bisa dibilang tidaklah murah, terutama di kota seperti Paris dimana makanan dan akomodasi juga lebih mahal.

Korea Selatan

Demam K-Pop tak dimungkiri menjadi salah satu alasan kenapa Korea Selatan menjadi semakin diminati oleh pelajar internasional. Namun lebih dari itu, negara ini memang memiliki sistem pendidikan yang tergolong baik.

Korea Selatan dikenal memiliki universitas terbaik di Asia. Hal tersebut didukung pula oleh dedikasi pengajar, sehingga menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Tak hanya itu, jalur karir di Korea Selatan diklaim lebih terbuka bagi para lulusan baru.

Biaya hidup di Korea Selatan juga bisa dikatakan cukup murah dan tidak menguras tabungan. Bahkan untuk tinggal di daerah seperti Seoul dengan seabreg fasilitas – dari belajar hingga hiburan, yang ditawarkannya.

Belanda

Sistem pendidikan tinggi yang memiliki reputasi dunia dan berkualitas tinggi sudah barang tentu menjadi alasan kenapa Belanda menjadi tujuan favorit pelajar internasional. Universitas-universitas di negara ini mencatatkan namanya dalam peringkat 10 di antara 200 perguruan terbaik di dunia.

Belanda juga telah menerima pengakuan internasional untuk masalah terobosan sistem pembelajarannya. Dimana sistem ini melatih siswa untuk menganalisis dan memecahkan masalah dengan praktis dan mandiri melalui penekanan pada cara belajar mandiri dan kedisiplinan.

Selain itu, hidup di Belanda juga tidak mahal jika dibandingkan dengan negara–negara berbahasa Inggris lainnya, dengan biaya kuliah yang relatif rendah. Memang, biaya kuliah akan sedikit lebih mahal jika berasal dari luar Uni Eropa, tetapi jika dibandingkan dengan kawasan Eropa barat lain, ini relatif rendah.

Swiss

Ada beberapa faktor yang membuat Swiss menjadi semakin dilirik oleh pelajar internasional. Salah satunya adalah kampus yang menjanjikan pendidikan bermutu bagi para mahasiswanya, baik dalam hal pengajaran maupun riset. Beberapa universitas juga konsisten masuk 200 besar universitas terbaik di dunia.

Swiss juga menerapkan sistem pendidikan publik cukup terjangkau bagi mahasiswa dalam negeri maupun internasional. Di negara ini, biaya kuliah rata-rata sebesar Rp18 juta per tahun bagi mahasiswa Swiss dan Rp20 juta untuk mahasiswa internasional.

Leave your vote

1 point
Upvote Downvote

Total votes: 5

Upvotes: 3

Upvotes percentage: 60.000000%

Downvotes: 2

Downvotes percentage: 40.000000%

0 responses on "Negara yang Paling Banyak Dituju Pelajar Internasional"

    Leave a Message

    © 2017 XL Axiata. All rights reserved. Privacy Policy

    Hey there!

    Sign in

    Forgot password?

    Don't have an account? Register

    Close
    of

      Processing files…

      X
      X