Login

Makna Dibalik Lengkungan Pita Merah Sebagai Lambang AIDS

Bicara tentang hari AIDS sedunia, yang jatuh pada tanggal 1 Desember setiap tahunnya, sebagian dari kita mungkin tak asing lagi dengan sebuah pita melengkung berwarna merah. Lengkungan pita merah ini biasanya disematkan sebagai bros di dada sebagai lambang peringatan dan kebersamaan untuk kepedulian pada penderita AIDS.

Nah, pertanyaannya sekarang, pernah nggak sih kita berpikir apa sebenarnya hubungan antara jalinan pita dan warna merah, sehingga akhirnya menjadi lambang untuk AIDS? Asal comot kah?

Tentu saja tidak. Ibarat sebuah ungkapan, things happen for a reason. Pun demikian dengan dijadikannya lengkungan pita merah sebagai lambang AIDS. Ada alasan di balik itu.

Pita merah sebagai lambang kepedulian sendiri dicetuskan oleh kelompok kecil bernama Visual AIDS pada April 1991. Saat itu, kelompok yang bermarkas di New York ini sedang mencari tanda peringatan abadi sebagai lambang pemersatu global untuk menunjukkan kepedulian sekaligus kewaspadaan pada penyakit AIDS. Lambang tersebut juga dibuat untuk mempersatukan semua orang di dunia terhadap meluasnya penyebaran penyakit tersebut.

Mereka pun terinspirasi dari pita merah yang dipakai orang yang berduka saat memperingati kematian Freddy Mercury. Seperti diketahui, Freddy Mercury meninggal karena terkena AIDS.

Akhirnya, pita merah pun dipilih sebagai lambang. Warna merah pada pita melambangkan warna hati dan cinta. Selain itu, warna merah juga melambangkan darah yang menjadi tempat berkembangnya virus HIV dalam tubuh. Warna merah darah ini juga sekaligus dianggap sebagai lambang yang tepat untuk mengobarkan semangat dan gairah untuk melawan AIDS, terutama bagi orang yang sudah terinfeksi.

Bentuknya yang sederhana, hanya berupa pita yang dilekuk dan dilingkarkan. Bentuk ini dipilih karena bisa dengan mudah dibuat oleh semua orang. Disamping juga mudah dipakai. Sementara bentuknya yang dianggap kebalikan dari lambang victory (V) bukan tak memiliki maksud.

Bentuk tersebut dianggap sebagai unvictory. Unvictory sendiri berarti sampai saat ini belum ada ‘kemenangan’ atau cara ampuh untuk melawan penyakit ini.

(Baca juga: Mengenal 6 tokoh yang Diberi Gelar Pahlawan Nasional 2019)

Namun demikian, dalam pita merah tersebut juga terkandung pengharapan yang besar. Pita merah alias red ribbon menjadi lambang pengharapan agar pencarian vaksin dan obat untuk mengobati penyakit AIDS bisa ditemukan.

Pengukuhan pita merah menjadi lambang harapan AIDS dilakukan pada Juni 1991. Saat itu, Visual AIDS yang bekerja sama dengan Broadway Cares and Equity Fight AIDS meresmikan pita lambang ini ke hadapan publik, bersamaan dengan ajang Tony Awards ke-45.

Sayangnya, dalam perkembangannya lambang pita merah ini seringkali diidentikan dengan hal-hal negatif yang berbau kemarahan. Warna merah pada lambang tersebut dianggap sebagai warna darah yang melambangkan kemarahan. Padahal bukan.

Sampai saat ini, pertarungan melawan virus HIV AIDS masih terus dilakukan. Berbagai riset dan penelitian pun dilakukan untuk mencari obat HIV AIDS. Namun tak dimungkiri, selain riset dan penelitian, edukasi, pengobatan berkelanjutan, sampai kelompok pendukung juga dibutuhkan para ODHA.

Leave your vote

1 point
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 1

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

1 responses on "Makna Dibalik Lengkungan Pita Merah Sebagai Lambang AIDS"

Leave a Message

© 2017 XL Axiata. All rights reserved. Privacy Policy

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

    Processing files…

    X
    X