Login

Mengenal 7 Sosok Hebat dalam Spektrum Autisme, Siapa Saja?

Sejak pertama kali ditemukan sekitar tahun 1938-1940, jumlah penderita autisme terus saja mengalami peningkatan dari tahun ke tahunnya. Menurut data UNESCO, pada tahun 2011 saja jumlahnya mencapai 35 juta jiwa di dunia. Dengan prevalensi penyandang autisme di seluruh dunia – jika mengacu pada data UNESCO pada tahun 2011, adalah 6 di antara 1000 orang mengidap autisme.

Autisme merupakan kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang kebanyakan diakibatkan oleh faktor hereditas. Deteksi dan terapi sedini mungkin disebut-sebut akan menjadikan si penderita lebih dapat menyesuaikan dirinya dengan yang normal. Meskipun adakalanya terapi ini harus dilakukan seumur hidup.

Dalam lingkup yang lebih luas, autisme dimasukkan ke dalam Autism Spectrum Disorders (ASD) atau Gangguan Spektrum Autisme (GSA), bersama sindrom Asperger, sindrom Heller, dan gangguan perkembangan pervasif (PPD-NOS).

Karakteristik yang menonjol dari penderita autis termasuk tidak menyukai kontak fisik, tidak suka suara keras, tidak suka cahaya terang, dan suka sekali melakukan tindakan berulang. Tentu saja, kesulitan membina hubungan sosial, berkomunikasi secara normal maupun memahami emosi serta perasaan orang lain.

Sepintas, terdengar sangat meresahkan, padahal sebenarnya tidak. Kenyataannya, meski memiliki masalah dalam berkomunikasi dan bersosialisasi, pengidap autis juga dapat menjalani kehidupan yang normal. Beberapa bahkan bisa meraih kesuksesan dan menjadi salah satu tokoh besar di dunia, seperti 10 ini.

1. Wolfgang Amadeus Mozart

Mozart adalah salah satu dari komponis musik klasik Eropa yang paling penting dan paling terkenal dalam sejarah. Ia diduga mengalami GSA lantaran sangat sensitif terhadap suara keras, memiliki rentang perhatian yang sangat pendek, dan dapat berganti ekspresi wajah dengan sangat cepat.  Dalam sebuah dokumentasi, Mozart yang bosan bahkan disebut-sebut mulai jungkir balik dan melompt dari satu meja ke meja lain sambil mengeong layaknya kucing.

2. Albert Einstein

Albert Einstein adalah seorang ilmuwan fisika teoritis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar di abad ke-20. Einstein sering dikabarkan mengalami gangguan spektrum autisme (GSA) lantaran diketahui mengalami kesulitan bersosialisasi, terutama sebagai orang dewasa. Sebagai seorang anak, ia mengalami keterlambatan bicara parah dan kemudian echolalia, atau kebiasaan mengulangi kalimat untuk dirinya sendiri.

3. Thomas Jefferson

Presiden Amerika Serikat ketiga ini adalah seorang filsuf politik yang gencar mendukung paham kebebasan liberal. Ia dianggap mengalami gangguan spektrum autisme lantaran beberapa fakta, termasuk karena ia sering merasa tidak nyaman saat berbicara di depan publik. Sejumlah dokumen kontemporer bahkan merujuk pada kepekaan Jefferson terhadap suara-suara keras, dan rutinitas aneh seperti bersahabat dengan burung mockingbird.

4. Steve Jobs

Siapa yang tak kenal Steve Jobs? Pendiri Apple ini telah membawa kita berkenalan dengan dua perangkat yang begitu popular hingga saat ini, iPhone dan Mac. Namun demikian, sejumlah anggapan mengaitkan Jobs dengan spektrum autism. Alasannya sederhana, meski telah terbukti memiliki IQ yang tinggi, tapi Jobs kerap mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial.

5. Bill Gates

Tak sedikit pakar autisme yang berpikir bahwa pendiri Microsoft sekaligus salah satu orang terkaya di dunia ini mengalami gangguan ini. Namun demikian, tidak ada yang benar-benar bisa mengonfirmasi. Mereka yang mengira Gates berada di spektrum autism melihat dari gelagatnya, dimana ia cenderung berbicara singkat dan monoton, serta memiliki kebiasaan menghindari kontak mata saat berbicara.

6. Steven Spielberg

Spekulasi mengenai kemungkinan Steven Spielberg berada di spektrum autisme datang lantaran sutradara Jurassic Park ini dinilai tidak terlalu ramah, namun memiliki daya tarik utama dalam hobi dan minat tertentu. Dalam hal ini film.

7. Sir Isaac Newton

Satu lagi ilmuwan besar yang disebut-sebut memiliki kelainan spektrum autism. Dia adalah Sir Isaac Newton, seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiawan, dan teolog yang berasal dari Inggris. Berdasarkan temuan para peneliti di Universitas Cambridge, anggapan bahwa Isaac Newton menderita Sindrom Asperger pun mengemuka. Ini mengacu pada kebiasaannya mengisolasi diri dan terkenal canggung ketika harus melakukan percakapan sehari-hari.

Leave your vote

2 points
Upvote Downvote

Total votes: 4

Upvotes: 3

Upvotes percentage: 75.000000%

Downvotes: 1

Downvotes percentage: 25.000000%

0 responses on "Mengenal 7 Sosok Hebat dalam Spektrum Autisme, Siapa Saja?"

    Leave a Message

    © 2017 XL Axiata. All rights reserved. Privacy Policy

    Hey there!

    Sign in

    Forgot password?

    Don't have an account? Register

    Close
    of

      Processing files…

      X
      X