Login

Berkenalan dengan 6 Tokoh Penting dalam Pendidikan Indonesia

Seiring berjalannya waktu, pendidikan di Indonesia terus berkembang. Dan sebagai aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa, maka mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun tinggi pun menjadi kewajiban bagi warga masyarakat. Bukan saja tidak boleh dikesampingkan, ini bahkan harus diperjuangkan.

Nah, bicara tentang pendidikan di Indonesia, tentu tidak terlepas dari jasa-jasa para tokoh pendidikan. Berkat usaha-usaha para tokoh pendidikan inilah, yang dahulu telah merintisnya dengan perjuangan yang sangat berat dan tidak mengenal lelah, kita bisa mengeyam kebebasan pendidikan sekarang. Indonesia sendiri mempunyai sejumlah pahlawan nasional dalam bidang pendidikan, berikut ini 7 diantaranya:

Ki Hadjar Dewantara

Diperingatinya hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara sebagai hari pendidikan nasional sudah lebih dari cukup untuk menandakan betapa jasa-jasanya di dunia pendidikan Indonesia patut dikenang. Bapak Pendidikan yang memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soejaningrat ini terlahir dari sebuah keluarga kaya Indonesia selama era kolonialisme Belanda. Meski begitu, ia sangat peduli dengan kaum pribumi khususnya masyarakat bawah, dan bertekad untuk memberikan pendidikan yang sama seperti yang didapatkan oleh anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya.

Ia lantas membangun sekolah bernama national onderwijs institute Tamansiswa yang kemudian dikenal dengan nama Taman Siswa pada 3 Juli 1922. Pasca kemerdekaan, Ki Hajar Dewantoro pernah ditunjuk sebagai Menteri Pengajaran Indonesia (sekarang Menteri Pendidikan). Ia dikenal dengan tiga semboyannya, yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha ( di depan memberi contoh), Ing Madya Mangunkarsa (di tengah memberi semangat) dan Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan).

R.A Kartini

Siapa yang tak mengenal Raden Ajeng Kartini? Dia adalah salah satu tokoh pendidikan yang dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

Melalui hobinya, yakni membaca dan menulis, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir wanita Eropa (Belanda yang waktu itu masih menjajah Indonesia). Setlah itu, keinginan untuk memajukan pendidikan di Indonesia pun timbul, khususnya wanita agar tak sekedar berada di dapur tetapi juga harus mempunyai ilmu.

(Baca juga: 8 Ilmuwan Wanita Paling Populer Sepanjang Sejarah)

Kartini juga mendirikan sekolah bernama Kartini School atau Sekolah Kartini yang dikhususkan untuk perempuan dan didirikan oleh Yayasan Van Deventer di beberapa tempat untuk para siswa perempuan.

Dewi Sartika

Tokoh pendidikan Indonesia lainnya yang diberi gelar sebagai pahlawan nasional adalah Dewi Sartika. Seperti Kartini, wanita kelahiran Cicalengka pada 4 Desember 1884 ini juga bertekad untuk memajukan pendidikan di Indonesia, khususnya kaum perempuan.

Pada 16 Januari 1904, ia membuat sekolah yang diberi nama Sekolah Isterio. Sekolah itu kemudian direlokasi dari yang awalnya ada di Pendopo Kabupaten Bandung, ke Jalan Ciguriang dan berubah nama menjadi Sekolah Kaoetamaan Isteri pada tahun 1910. Pada tahun 1912 sudah ada Sembilan sekolah yang tersebar di seluruh Jawa Barat, lalu berkembang menjadi satu sekolah tiap kota maupun kabupaten pada tahun 1920.

Ahmad Dahlan

Ahmad Dahlan atau yang akrab dipanggil Kyai Dahlan lahir di Yogyakarta pada 1 Agustus 1868 dan wafat pada 23 Februari 1923. Ia adalah seorang ulama dan khatib terkemuka di Masjid Besar Kasultanan Yogyakarta pada masa itu.

Pada tahun 1912 KH. Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah untuk melaksanakan cita-cita pembaruan Islam di Indonesia. Ia ingin mengadakan suatu pembaruan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntutan agama Islam.

Hasyim Asy’ari

Kyai Hasyim Asy’ari atau disebut juga Kyai Hasyim Ashari lahir di kabupaten Jombang, Jawa Timur pada 14 Februari 1871. Ia merupakan pendiri salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdatul Ulama (NU).

Pada abad 20, Kyai Hasyim Asy’ari berhasil mendirikan Pondok Pesantren Tebu Ireng di Jombang yang kemudian menjadi pesantren terbesar dan terpenting di Jawa. Ia menjadi salah satu pemrakarsa berdirinya NU yang berarti kebangkitan para ulama pada tahun 1926.

Rohana Kuddus

Penerima gelar pahlawan nasional lainnya, khususnya yang berkaitan dengan dunia pendidikan di Indonesia, adalah Rohana Kuddus. Selain sebagai pendidik, ia juga merupakan wartawan wanita pertama di Indonesia.

Pada tahun 1896, Rohanna yang baru berusia 12 tahun telah mengajarkan membaca dan menulis (huruf Arab dan Latin) kepada teman-teman perempuan sekampungnya. Ia lalu mendirikan Sekolah Gadis di Kota Gedang pada tahun 1905. Pada 11 Februari 1911, ia memimpin Perkumpulan Wanita Minangkabau yang diberi nama “Kabar wanita Karajinan Amai Setia” yang kemudian dijadikan nama sekolahnya.

Leave your vote

6 points
Upvote Downvote

Total votes: 6

Upvotes: 6

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

5 responses on "Berkenalan dengan 6 Tokoh Penting dalam Pendidikan Indonesia"

  1. Para tokoh tersebut mampu menjadi role model kita dalam menjalankan pendidikan untuk membuat pendidikan yang berkualitas dan lebih baik lagi.

  2. Kita selayaknya harus berterimakasih kepada para Pahlawan bangsa yang telah berjuang untuk negeri kita tercinta. Tanpa mereka sulit kiranya kita bisa menikmati manis nya hidup merdeka tanpa Ancaman dan intimidasi dari negara lain. Mereka telah berjuang untuk memerdekan bangsa ini sekarang giliran kita untuk menjaga dan mempertahankan nya

  3. beberapa pelajaran yang dapat dikutip dari tokoh pendidikan adalah “Integritas” tetap memberikan komitmen atas pendidikan yang layak bagi rakyat Indonesia. mungkin untuk saat ini kita bisa merasakan literasi digital karena kebermanfaatan pendidikan secara daring untuk membantu pemahaman akan materi

  4. Saat ini kita semua menjadi tokoh penting model pendidikan yang baru karena banyak orang membahu berproses dalam pendidikan daring

Leave a Message

© 2017 XL Axiata. All rights reserved. Privacy Policy

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

    Processing files…

    X
    X