Login

Wanita dan Teknologi, Ini Bukti Kalau Mereka “Klop”!

Sudah bukan rahasia kalau perempuan dengan sifatnya yang multitasking bisa melakukan banyak hal sekaligus. Menjadi ibu, menjadi anak, wanita karier, sampai menjadi pemimpin. Tak seperti bertahun-tahun yang lalu, di masa kini wanita bahkan menjadi apa pun yang mereka inginkan dan bekerja di bidang apa pun yang mereka mau, termasuk di bidang teknologi.

Saat ini, bukan hambatan lagi bagi perempuan untuk bisa masuk ke dunia maskulin tersebut. Kehadiran mereka di bidang ini bahkan disebut bisa mendongkrak kinerja bisnis perusahaan. Kok bisa?

Literatur yang meneliti dampak perempuan di tempat kerja – khususnya perempuan yang berkolaborasi dalam tim dan dalam peran kepemimpinan – menunjukkan kebutuhan dan dampak memiliki lebih banyak perempuan dalam teknologi. Keragaman gender yang lebih besar dalam teknologi dapat memengaruhi laba bisnis, seperti ditunjukkan oleh penelitian dari Morgan Stanley.

Sebuah penelitian menyimpulkan, meski nilai anak perempuan sering lebih baik daripada laki-laki, tingkat kepercayaan diri yang lebih rendah dibanding anak laki-laki mempengaruhi bagaimana perempuan memutuskan untuk mengejar pekerjaan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi atau bidang lain. Padahal, Data UNESCO dan Korean Women’s Development Institute menggambarkan sejumlah ilmu terkait bidang STEM di perguruan tinggi Indonesia sendiri sebenarnya diminati perempuan.

Perempuan mungkin masih menjadi minoritas di bidang teknologi, tetapi ketika kekuatan mereka meningkat, demikian pula tanggung jawab dan visibilitas mereka. Pada tahun 2018, banyak pemimpin teknologi wanita menjadi wajah perubahan dalam industri mereka, mencoba mengubah seksisme dari dalam, atau dalam kasus Sheryl Sandberg, menjadi pendobrak untuk semua masalah Facebook mulai dari informasi yang salah hingga gangguan Pemilu.

Selain Sheryl, berikut ini beberapa wanita hebat lainnya yang bisa ‘mengalahkan’ dominasi kaum pria di dunia teknologi:

Susan Wojcicki, CEO Youtube

Wojcicki adalah CEO Youtube. Dia berhasil memperjuangakan keragaman dalam teknologi dan  memimpin perusahaan melewati berbagai kasus seperti berita hoaks dan penembakan yang menewaskan pelaku dan tiga orang lainnya terluka. Dia juga aktif mendorong pemimpin untuk memikirkan keragaman gender.

Ginni Rometty, CEO IBM

Dalam pidatonya di Brussel pada 26 November, Rometty mendorong untuk lebih banyak regulasi terkait konten yang dipublikasikan secara online.

(Baca juga: Diperingati 4 Februari, 5 Hal yang Perlu Kita Ketahui Tentang Hari Kanker)

“Secara kolektif, platform online dominan memiliki kekuatan lebih untuk membentuk opini publik daripada yang pernah dimiliki surat kabar atau televisi, namun mereka menghadapi sangat sedikit peraturan atau kewajiban,” kata Rometty. “Dengan tanggung jawab, pemikiran baru diperlukan.”

Angela Ahrendts, Senior VP Apple

Angela Ahrendts didapuk sebagai eksekutif wanita dengan gaji tertinggi di dunia untuk tahun 2014 lalu. Sebelum dipekerjakan Apple pada awal 2014 lalu, Ahrendts mengisi posisi CEO brand fashion kenamaan Burberry dan didapuk sebagai CEO dengan bayaran tertinggi di Inggris untuk periode 2012.

Amy Hood, CFP Microsoft

Dibawah kepemimpinan perempuan kelahiran 1971 ini, Microsoft bisa meraup pendapatan USD 93,6 miliar pada tahun fiskal 2015. Angka tersebut meningkat USD 6,7 miliar dari tahun sebelumnya.

Gwynne Shotwell,  COO SpaceX

Pada tahun 2002, Shotwell bergabung dengan SpaceX, sebuah perusahaan eksplorasi ruang angkasa swasta, komersial, yang didirikan oleh Elon Musk pada tahun yang sama, sebagai wakil presiden pengembangan bisnis, juga mendapat kursi di dewan direksi SpaceX. Shotwell sekarang adalah Presiden dan COO dari SpaceX, bertanggung jawab untuk operasi sehari-hari dan mengelola semua pelanggan dan hubungan strategis untuk mendukung pertumbuhan perusahaan. 

Dian Siswarini, Presiden Direktur PT XL Axiata, Tbk

Di Indonesia, mereka yang bergerak atau akrab dengan dunia teknologi mungkin tak asing dengan nama Dian Siswarini. Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk ini bahkan menjadi salah satu dari tiga wanita Indonesia yang masuk dalam daftar Forbes Asia’s Power Businesswoman.

Sebelum menempati posisi tertinggi di XL Axiata, lulusan Harvard ini mengawali karier di bidang telekomunikasi dengan bergabung sebagai supervisor bidang engineering di PT. Citra San Makmur (CSM). Saat pertama kali merintis karier, Dian bahkan harus memanjat tower setinggi hingga 50 meter karena pekerjaannya sebagai network engineer. Bukti bahwa bukan hanya kaum pria yang bisa, bukan?

Leave your vote

9 points
Upvote Downvote

Total votes: 11

Upvotes: 10

Upvotes percentage: 90.909091%

Downvotes: 1

Downvotes percentage: 9.090909%

5 responses on "Wanita dan Teknologi, Ini Bukti Kalau Mereka "Klop"!"

  1. Wow memanjat tower 50 meter. semoga saya bisa seperti dia.

  2. Sy juga baru tau kalau presiden direktur XL adalah wanita

  3. Baru tau kalau presiden direkturnya XL itu wanita

Leave a Message

© 2017 XL Axiata. All rights reserved. Privacy Policy

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

    Processing files…

    X
    X